Sabtu, 22 September 2012

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG DIHARAPKAN





KEPEMIMPINAN   PENDIDIKAN  YANG DIHARAPKAN
BAB I
A.    Latar Belakang Masalah
          Kondisi lingkungan kehidupan bangsa kita pada dekade-dekade awal abad 21 sebagaimana bangsa lain diberbagai belahan dunia, menghadapi gelombang besar berupa meningkatnya tuntutan Demokratisasi, Desentralisasi, dan Globalisasi.
Demokratisasi memang mengandung makna kebebasan dan optimalitas pelaksanaan hak-hak asasi manusia tanpa membedakan latar belakang etnik, agama, ideologi, maupun domisili. Domokrasi didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan dan hukum yang berkeadilan serta keputusan pada keputusan bersama yang diambil secara obyektif, rasional, dan kemanusiaan. Namun yang berkembang bukan “kerja sama yang rasional dan manusiawi” melainkan konflik atau disintegrasi yang seakan tidak mencerminkan pemahaman akan nilai-nilai peradaban demokrasiyang luhur.
Desentralisasi sebagai perwujudan nyata pelaksanaan otonomi. Sebab dengan adanya hak, kewajiban, dan wewenang mengurusi rumah tangga daerah oleh daerah, maka jarak berbagai pelayanan publik dan partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan bertambah dekat.
Liberalisasi perekonomian yang menandai gelombang Globalisasi sejak dekade akhir abad 20, serta krisis dimensi yang melanda kehidupan bangsa Indonesia, bukannya menuntut peningkatan efisiensi dan mutu pelayanan, tetapi juga kemampuan dalam mengelola kebijakan publik secara arif dan efektif kearah pemulihan perekonomian, integrasi nasional, serta peningkatan ketahanan daya saing perekonomian bangsa.
Bangsa kita terasa masih tenggelam dalam permasalahan yang timbul sebagai akibatkesalahan mendasar yang dibuatnya sendiri, khususnya pada para pemimpin. Oleh karena itu, dalam menghadapi masalah tersebutdiperlukan suatu dasar pendekatan bersama dan kualifikasi segenap unsur SDM utamanya unsur pemimpin dalam berbagai lembaga pemerintahan dan masyarakat.
               Menurut kodrat serta irodatnya bahwa manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Sejak Adam diciptakan sebagai manusia pertama dan diturunkan ke Bumi, Ia ditugasi sebagai Khalifah fil ardhi. Sebagaimana termaktub dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat”;  “Sesungguhnya Aku akan mengangkat Adam menjadi Khalifah di muka Bumi”.
        Menurut Bachtiar Surin yang dikutif oleh Maman Ukas bahwa “Perkataan Khalifah berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu”
        Dari uraian tersebut jelaslah bahwa manusia telah dikaruniai sifat dan sekaligus tugas sebagai seorang pemimpin. Pada masa sekarang ini setiap individu sadar akan pentingnya ilmu sebagai petunjuk/alat/panduan untuk memimpin umat manusia yang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya. Atas dasar kesadaran itulah dan relevan dengan upaya proses pembelajaran yang mewajibkan kepada setiap umat manusia untuk mencari ilmu. Dengan demikian upaya tersebut tidak lepas dengan pendidikan, dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik, yang selanjutnya dalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin.
B.    Pembatasan Masalah
               Dalam penulisan makalah ini, penulis membatasi masalahnya sebagai berikut
a.     Hakikat pemimpin
b.     Tipe-tipe kepemimpinan
c.    Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan.dalam manajemen pendidikan.
C.    Tujuan Penulisan Makalah
               Sesuai dengan permasalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan ini diarahkan untuk :
a.     Untuk mengetahui hakikat pemimpin
b.     Untuk mengetahui tipe-tipe kepemimpinan
c.     Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan dalam manajemen pendidikan.
D.    Sistematika Penulisan
               Sebagai langkah akhir dalam penulisan makalah ini, maka klasifikasi sistematikan penulisannya sebagai berikut :
               Bab I : Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.
               Bab II : Dibahas tentang tinjauan hakikat pemimpin, tipe-tipe kepemimpinan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan dalam manajemen pendidikan.
               Bab III : Merupakan bab terakhir dalam penulisan makalah ini yang berisikan tentang kesimpulan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
A.    Hakikat Pemimpin
               “Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan.”
               Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Pada tahap pemberian tugas pemimpin harus memberikan suara arahan dan bimbingan yang jelas, agar bawahan dalam melaksanakan tugasnya dapat dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
               Dengan demikian kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggotanya. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan juga dapat memberikan pengaruh, dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengnaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sehingga terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan, yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik. Oleh sebab itu bahwa pemimpin diharapakan memiliki kemampuan dalam menjalankan kepemimpinannya, karena apabila tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan dapat tercapai secara maksimal.
B.    Tipe-Tipe Kepemimpinan
               Dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi adanya suatu permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya, hal sebagaimana menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
1.      Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.
2.      Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.
3.      TIpe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
4.      Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan.
5.      Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.
6.      Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung”. 
               Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian, yaitu :
1.      Otokratis, pemimpin yang demikian bekerja kerang, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
2.      Demokratis, pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.
3.      Laissezfaire, pemimpin yang bertipe demikian, segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya, untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif, semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya, sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan. 
               Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas, bahwa pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis, demokratis, dan laissezfaire, banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macama organisasi, yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahan, atau dari atasan yang lebih tinggi, posisinya, yang pada akhirnya gaya atau tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin, terutama dalam bidang pendidikan benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional.
C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpin Dalam Manajemen Pendidikan
               Dalam melaksanakan aktivitasnya bahwa pemimpin dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor tersebut sebagaimana dikemukakan oleh H. Jodeph Reitz (1981) yang dikutif Nanang Fattah, sebagai berikut :
1.      Kepribadian (personality), pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin, hal ini mencakup nilai-nilai, latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan.
2.      Harapan dan perilaku atasan.
3.      Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya  kepemimpinan.
4.     Kebutuhan tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin.
5.      Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan.
6.      Harapan dan perilaku rekan.
               Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka jelaslah bahwa kesuksesan pemimpin dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu kepemimpinan, oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan, di samping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin, seperti motivasi diri untuk berprestasi, kedewasaan dan keleluasaan dalam hubungan social dengan sikap-sikap hubungan manusiawi.
Selanjutnya peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1.      Sebagai pelaksana (executive)
2.      Sebagai perencana (planner)
3.      Sebagai seorangahli (expert)
4.     Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative)
5.      Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship)
6.   Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments)
7.   Bentindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)
8.     Merupakan bagian dari kelompok (exemplar)
9.   Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group)
10.Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility)
11.  Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist)
12.  Bertindak sebagai seorang aya (father figure)
13.  Sebagai kambing hitam (scape goat).
Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut, jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud, di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang embannya, sebagaimana menurut M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1.   Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompoknya.
2.   Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai.
3.   Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka, mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan.  
Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.
Untuk keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan seorang pemimpian yang profesional, di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Di samping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan






KESIMPULAN
1.    Seorang pemimpin diharapkan dapat menjaga kehar-monisan semua anggotanya.
2.    Seorang pemimpin harus bijaksana dalam memutuskan segala sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.
3.    Seorang pemimpin harus mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi










DAFTAR PUSTAKA
Permadi, K. 1996. Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rineka Cipta
Wahjosumidjo. 2007. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Raja Grafindo Persada











Jumat, 21 September 2012

Ulangan Bahasa Indonesia (Bagian 6) MTs/SMP



Ulangan Bahasa Indonesia (Bagian 6) MTs/SMP



26. Penggunaan kata sapaan yang tepat terdapat dalam kalimat ….
A. Kemarin ibu mengunjungi nenek di kampung
B. Dapatkah saudara menyelesaikan masalah dengan cepat
C. Mereka bekerja dengan cara gotong royong
D. Syahrir sudah tidak mempunyai bapak lagi

27. Kemudian yang samar-samar kelihatan adalah cahaya lampu yang dipasang dekat pagar. Antonim kata samar-samar dalam kalimat di atas adalah ….
A. Jelas         C. Suram
B. Terang D. Redup

28. Kalimat di bawah ini adalah kalimat langsung yaitu …
A. Ibu bertanya kepada Nunu. Apakah dia sudah mengerjakan PR
B. Nunu menjawab bahwa dia sudah mengerjakan PR
C. Ibu menyatakan bahwa meskipun sibuk dia menyempatkan datang menengok saya
D. “Meskipun sibuk” kata ibu, “Saya menyempatkan datang menengokmu.


29. Do’a perahu
Tuhanku beritahu kini
Kemanakah harus ku pergi
Ke muara menyongsong laut biru
Ataukah melawan arus menuju hulu
Suasana yang terdapat dalam puisi di atas adalah …
A. Bimbang C. Gembira
B. Sedih D. Haru

30. Amanat yang terkandung dalam puisi pada soal No. 29 adalah kita ….
A. Harus mengikuti arus
B. Harus melawan arus
C. Tidak boleh naik perahu
D. Harus berbuat / berjalan sesuai dengan keinginan dan tidak melanggar norma agama

31. Kalimat dibawah ini termasuk kalimat berita negatif, kecuali ….
A. Mereka tidak pergi keluar kota
B. Anak-anak sedang bermain di halaman
C. Orang itu bukan pejabat
D. Saya belum mengerjakan pekerjaan rumah

32. Kalimat tanya yang sesuai untuk wawancarai tokoh mengenai masalah moral adalah ….
A. Siapakah yang bertugas menjaga keamanan di sini, pak ?
B. Berapakah jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung ini?
C. Kapan rencana ini akan dilaksanakan ?
D. Bahaya apakah yang ditimbulkan karena pemakaian narkotik?

33. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kalimat bersinonim adalah ….
A. Benar juga kata ayah, bahwa Si Hamid itu betul anak pandai
B. Saya pulang dari sekolah ketika ibu pergi ke pasar.
C. Adiknya rajin tapi kakaknya malas
D. Laki-laki dan perempuan ikut menyaksikan peristiwa itu.

34. Bak kaca tempat memelihara ikan disebut ….
A. Alga C. Akuarium
B. Flora D. Simbiosis

35. Penggunaan imbuhan me- yang tepat terdapat pada kalimat …
A. Kita harus merubah cara berpikir ke arah yang positif
B. Sesama muslim harus mencintai
C. Pak Kadir mencat rumah tetangganya dari pagi hingga sore
D. Pasukan musuh mengebom pangkalan udara lawannya

36. “Win, niatmu itu sungguh mulia, Bapak bangga sekali padamu. Papa sedang merencanakan hal yang sama sebab walau bagaimana pun juga Andi adalah teman baik papa.” Alangkah senangnya hati Winsa mendengar ucapan papanya itu, ia membayangkan bagaimana pertemuannya nanti dengan Win, pasti sangat menyenangkan, pikirnya.
Berdasarkan penggalan cerita di atas, tokoh Winsa mempunyai sifat di bawah ini, kecuali ….
A. Mulia C. Setia kawan
B. Baik hati D. Sombong

37. Harimau yang berhasil ditangkap penduduk menjadi buah-bibir masyarakat. Makna ungkapan buah-bibir adalah ….
A. Bahan pembicaraan C. Sombong
B. Oleh-oleh                 D. Kesayangan

38. Jika ada peristiwa kebakaran, biasanya orang menjadi kalut. Misalnya ada seseorang yang mengalami kebakaran ia menjadi kalut, menolong orang ternyata keluarga sendiri terlantarkan. Peribahasa yang tepat untuk paragraf di atas adalah ….
A. Berapa berat mata memandang berat juga bahu memikul
B. Laki pulang kelaparan, dagang laku ditanahkan
C. Seorang makan cempedak, semua kena getahnya
D. Menepuk air di dulang, terpercik muka

39. Yang termasuk kata khusus bidang pendidikan adalah …
A. Penyakit           C. Nyamuk
B. Ekstrakulikuler   D. Darah

40. Penyakit demam berdarah yang lebih terkenal dengan nama asingnya DHF (Dengus Haemorchogie Fever) ditimbulkan oleh semacam nyamuk. Jenis nyamuk itu bernama Aedes Aegypti dan kadang-kadang pula dari jenis Goedis Albofictus. Yang termasuk kata umum dalam paragraf di atas adalah….
A. Penyakit, demam berdarah
B. Penyakit, nyamuk
C. Nyamuk. Aedes Aegypti
D. Aedes Aegypti, Goedes Albhipictus

Contoh soal Bahasa Indonesia MTs/SMP (bagian 5)


Contoh soal Bahasa Indonesia MTs/SMP (bagian 5)




11. Mendengarkan orang itu menanyakan bapaknya. Berubah sedikit air muka si Jamin. Karena tidak tahu apa yang akan dikatakannya berdusta. Mengatakan bapaknya telah meninggal, sesekali ia tidak mau berdusta. Belum sekali juga mulutnya mengeluarkan perkataan yang tidak benar.
Tokoh si Jamin pada cerita di atas mempunyai watak ….
A. Jujur                 C. pendiam
B. suka bohong D. sombong

12. Salam pembuka yang tepat untuk surat izin tidak masuk sekolah adalah ….
A. Salam sejahtera C. Dengan hormat
B. Hormat saya D. Assalamu’alaikum

13. Hal-hal yang penting dalam membuat buku harian adalah berikut ini, kecuali.…
A. Hari / tanggal C. Waktu
B. Anggarannya D. Kegiatan

14. “Aku ada urusan penting, sobat ….”
A. Sifat rendah hati serta keikhlasan hati
B. Meruntuhkan kesombongan yang berlebihan
C. Kesombongan kadang mencelakan diri sendiri dan orang lain
D. Deras mengguyur hutan

15. Hal-hal yang perlu diperhatikan jika menyampaikan sanggahan terhadap pendapat orang lain yang baik, kecuali ….
A. Bersikap netral, tanpa perilaku menyimpang
B. Ungkapan alasan yang secara emosi
C. Berbicara langsung kepada persoalan
D. Digunakan kata-kata yang bersahaja tanpa kata yang bersifat sindiran.

16. Penggunaan imbuhan ber-an yang tepat dalam kalimat di bawah ini adalah.…
A. Waktu hujan reda, seekor anak kijang berlari pulang
B. Dengan hati-hati, ia berjalan di atas batang kayu penyebarangan itu
C. Sekarang, berdirilah dan lanjutkan perjalanan perlahan-lahan
D. Namun, tak terduga, dari arah berlawanan menyeberang pula seekor domba berbulu putih.

17. Manfaat rencana kegiatan adalah sebagai berikut, kecuali ….
A. Sebagai laporan kepada pemimpin
B. Supaya kegiatan berjalan lancar
C. Menghemat anggaran
D. Sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan

18. Penggunaan kalimat dalam poster yang baik di bawah ini adalah ….
A. Sungguh luar biasa, Anda bisa berjumpa dan bercanda dengan binatang-binatang jelita layar kaca tanpa dipungut bayaran datanglah ke lapangan Saparua.
B. Dijual, mtr cb. Hub Andi, Jl. Burangrang No 519, murah segera
C. Gambar gembira, perasaan siapa tidak akan nyala tiada berbaju buka kepala
D. Kadi tertangkap dengan segera, lalu menghadap Sultan negara.

19. Untuk rekan-rekan yang telah ditetapkan menjadi pengurus OSIS saya mengajak, marilah kebiasaan indah yang tampak tadi kita terapkan dalam rapat-rapat apapun yang kita terapkan dalam rapat-rapat apa pun yang kita adakan dalam kegiatan kita nanti selanjutnya, menyingsingkan tangan menyusun dan melaksanakan program kerja yang dasar-dasarnya saya bentangkan dalam kampanye calon ketua OSIS yang lalu.
Informasi yang diperoleh dari nara sumber diatas adalah ….
A. Melaksanakan program kerja
B. Menetapkan rapat-rapat untuk kegiatan
C. Menyusun pengurus OSIS baru
D. Mengajak pengurus OSIS untuk menyusun dan melaksanakan program kerja.

20. Penggunaan imbuhan pe- yang tepat dalam kalimat di bawah ini adalah ….
A. Pidato tadi disampaikan oleh pengurus OSIS
B. Persahabatan di antara anggota OSIS terjalin sangat erat
C. Upacara pelantikan pengurus OSIS dilaksanakan di ruang pertemuan
D. Dia masih aktif di perbasketan sekolah
21. Penggunaan imbuhan ke-an yang tepat dalam kalimat di bawah ini adalah ….
A. Ketua kelas kami pandai bermain gitar
B. Anaknya yang kedua menjadi insinyur pertanian
C. Kelima putranya tergabung dalam grup band yang terkenal itu
D. Astri masih muda, namun sifatnya keibuan.

22. Atraksi selama 4 jam itu memukau penonton yang berada diluar arena. Sinonim dari kata atraksi dalam kalimat diatas adalah ….
A. Pemikiran C. Pertunjukan
B. Arena D. Penari

23. Anak berbakat adalah anak yang memiliki dan kemampuan luar biasa, dalam bidang intelektual umum, akademi khusus, kreatif, produktif, psikomotor dan bidang psikologikal. Pertanyaan yang sesuai dengan bacaan pada paragraf di atas adalah ….
A. Kemampuan apakah yang dimiliki anak-anak itu sehingga dikategorikan sebagai anak berbakat?
B. Apakah mereka betul-betul superior?
C. Guru yang bagaimana yang efektif untuk anak-anak berbakat?
D. Apa sajakah yang diperlukan membimbing anak berbakat?

24. Kalimat yang menggunakan istilah pendidikan di bawah ini adalah …
A. Alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri
B. Dari jendela itu Bambang melihat langir di timur mulai mengarak rona merah
C. Sering ada anggapan bahwa A B memiliki intelegensi yang superior
D. Koperasi di Jabar pada umumnya belum melaksanakan prinsip koperasi secara optimal

25. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata keterangan adalah ….
A. Hendra anak yang paling tinggi di kelasnya
B. Sejelek-jelek nilaiku tidak sejelek nilai anak malas itu
C. Luas sekali halaman rumahmu
D. Ana dibelikan ibu sepatu baru.

Soal latihan ulangan Bahasa Indonesia MTs/SMP (bagian 4)


Ulangan Bahasa Indonesia MTs/SMP (bagian 4)




I.    Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !
1. Ide pokok paragraf ke-4 pada wacana di atas adalah …
A. Pak Kades tampil berbicara
B. Sebagian besar adalah para bapak dan pemuda
C. Balai desa penuh dengan orang-orang
D. Tanah yang sempit untuk bercocok tanam

2. Kalimat yang jawabannya berkaitan dengan paragraf ke-4 adalah …
A. Apa alat yang digunakan untuk mengumpulkan masyarakat ?
B. Dengan siapakah Pak Kades membuat “Taman gizi”
C. Di manakah tempat Pak Kade tampil berbicara?
D. Apakah Pak Kades telah menemukan tempat ?

3. Pak Kades telah menemukan tempat untuk “Taman Gizi”. Taman gizi artinya taman yang ditanami …
A. Beraneka bunga dan sayuran
B. Sayur-mayur, bumbu dan rempah-rempah
C. Buah-buahan
D. Buah-buahan dan bumbu

4. Kalimat-kalimat berikut menggunakan majas litoses, kecuali ….
A. Ia ramah sekali sejak tadi tak seorang pun disapanya
B. Kedudukan saya tidak ada artinya sama sekali
C. Terimalah kenang-kenangan yang tak berharga ini
D. Silakan duduk, Pak! Maaf tempatnya kotor, maklum orang desa.

5. Tidak lama kemudian, hentakan gendang sunda terdengar kedua makhluk itu langsung mengambil posisi berhadapan dan bergoyang-goyang sesuai dengan hentakan musik, mungkin meniru Kamelia Malik. Pertanyaan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ….
A. Penghargaan apa yang diraih oleh gajah-gajah itu?
B. Apakah benar mereka meniru gaya Kamelia Malik?
C. Bagaimana gajah itu melakukan tariannya?
D. Mengapa gajah-gajah itu menari ?

6. Kalimat tanya yang betul adalah ….
A. Apakah yang dimaksud dengan Mbal Lis dan Mas Haryono, yang dipanggil oleh pembawa acara
B. Siapakah yang dimaksud dengan Mbak Lis dan Mas haryono yang dipanggil oleh pembawa acara
C. Mengapa penghargaan pernah diraih si Kartijah ?
D. Kenapa anak kecil boleh lebih dari 3 orang.

7. Oh, panas sekali,” keluhnya kepanasan seraya memakai topi. Makna imbuhan ke-an pada lata kepanasan adalah ….
A. Mengatakan hal
B. Menyatakan sifat
C. Menyerupai
D. Dikenai sesuatu

8. Bapak-bapak dan Ibu guru yang sangat kami cintai. Berat rasanya bagi kami untuk meninggalkan sekolah ini, apalagi berpisah dengan Ibu, dan Bapak serta adik-adik sekalian. Kenangan tentang sekolah ini akan tetap memikat dalam hati kami.
Pidato di atas merupakan pidato perpisahan ….
A. Kelas tiga
B. dengan Ibu dan Bapak guru
C. dengan adik kelas
D. dengan sekolah

9. Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil senyum terlalu kekal untuk kenal duka. Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa. Suasana yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah ….
A. Menyusul C. Bahagia
B. Duka D. Kecewa

10. Dari jendela itu Bambang melihat langit di timur mulai mengarak rona merah. Dan dijalan sekelompok bakul berjalan beriringan seperti khalifah dalam gelap fajar, masing-masing memegang obor. Jalanan yang masih berselubung kelam, sedang sepi bermalas-malas. Sekali-kali lampu motor menyorot, dan hilang menggebu. Bising suara kenalpotnya yang tajam merobek anak telinga dan merobek alam.
Latar cuplikan novel di atas adalah ….
A. sore hari di desa C. pagi hari di desa
B. pagi hari di kota D. malam hari di jalanan

Latihan ulangan Bahasa Indonesia (bagian 3) Mts/SMP

Contoh soal ini akan membantu siswa-siswi MTs/SMP yang ingin lebih banyak latihan dalam menghadapi ujian, bacalah soal dengan baik, dan....selamat belajar.........................

Contoh soal ulangan Bahasa Indonesia (bagian 3) MTs/SMP



31. Apabila kata dasar suci diberi imbuhan me-kan, maka kata tersebut menjadi….
A. mesucikan  C. mengsucikan
B. mensucikan D. menyucikan

32. Tuti : Bagaimana menurutmu Sus, pertandingan voli antara sekolah kita dengan sekolah tetangga kita kemarin ?
Susi : ah, sayang Tut, aku tidak menonton.
Ada kepentingan. Aku disuruh Ibu.
Tuti  : aku senang sekali Sus, tiga set sekolah kita menang mutlak. Skor akhir 3-0. Mereka di bawah kita teknik bermainnya.
Kalimat yang diucapkan Susi mengungkapkan rasa ….
A. senang C. sedih
B. kecewa D. sayang

33. Tidak mungkin ilmu yang kita miliki digunakan untuk tujuan ….
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah …
A. asosial C. sosialis
B. sosial D. sosialisasi

34. Eni : “Halo! Assalamualaikum”
Resna : “Waalaikumsalam”
Eni : ….
Resna : “Halo! Kebetulan saya sendiri?
Eni : “Apa kabar Res? Sudah lama kita tidak bertemu
Kalimat yang tepat untuk dialog di atas adalah ….
A. Saya ingin bertemu dengan Resna
B. Eh, Kamu siapa ?
C. Bisa bicara dengan Resna?
D. Resnanya ada ?

35.    Dengan setengah lari, aku marah pada kakak-kakaku “Kenapa sih telepon tidak ada mengangkat telepon. “Halo…..halo…..”, berulang kali aku ucapkan “halo”, tetapi tak ada yang menjawab.
      Aku kesal dan kututup telepon. Keluargaku tertawa melihat tingkahku. Kakakku menjelaskan bahwa suara telepon tadi berasal dari TV, bukan telepon rumah. Kakak-kakakku pun menertawakanku.
Hal yang menarik dari penggalan cerita di atas adalah ….
A. Aku marah-marah pada kakak-kakaknya
B. Aku merasa tertipu dan malu
C. Kakakku malas mengangkat telepon
D. Kakak-kakakku kesal terhadapku

36. Luka pada kaki Aisyah tidak sembuh-sembuh sehingga mengalami infeksi. Kata infeksi pada kalimat di  atas bermakna ….
A. Pendarahan C. Peradangan
B. Penyebaran D. Perembesan

37. Karena terlalu banyak zat asam yang tertimbun dalam perut, maka dapat menimbulkan gangguan infeksi pada lambung. Alat cerna yang tidak beres tidak dapat menyerap gizi, vitamin dan mineral secara sempurna. Akibatnya dapat fatal.
Istilah-istilah yang digaris bawahi pada paragraf di atas, termasuk istilah ….
A. Makanan C. Moral
B. Ekonomi D. Kesehatan

38.   Dalam perjalanan pulang, kedua peristiwa itu tidak hilang dari ingatanku. Alangkah bijaksananya, seandainya si kaya itu makan secukupnya saja tidak berlebihan. Rupanya ia terlampau banyak mendewakan perutnya. Ia tidak sadar telah mengurangi hidupnya dengan kelahapannya itu.
Kalimat berita negatif terdapat dalam kalimat ke ….
A. 1,2 dan 3 C. 2, 3 dan 4
B. 1,3 dan 5 D. 3, 4 dan 5

39. Walaupun Naufal …. Tetapi ia sangat pintar. Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….
A. Tebal bibir C. tebal iman
B. Tebal hati D. tebal lidah

40. Berguru kepalang ….. bagai bunga kembang tak jadi. Kata yang tepat untuk melengkapi peribahasa di atas adalah …
Kata yang tepat untuk melengkapi peribahasa di atas adalah …
A. basah C. ajar
B. belajar D. tanggung

CONTOH ULANGAN HARIAN BAHASA INDONESIA KELAS VII

Bagi teman-teman yang tidak sempat menulis soal-soal  Bahasa Indonesia untuk latihan anak-anak SMP/MTs silakan copy (bagian 1)contoh soal-soal berikut,semoga bermanfaat yaa.......

                                                              ULANGAN HARIAN, UTS, UAS
KELAS I SLTP SEMESTER 1 dan 2



I.    Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !
1. Wacana di atas terdiri dari ….. paragraf
A. enam C. lima
B. tiga D. empat

2. Pikiran utama paragraf kesatu wacana di atas adalah ….
A. Kegemaran setiap orang C. macam-macam kegemaran
B. kegemaran yang macam-macam D. kegemaran dapat disebut hobi

3. Tema wacana yang berjudul “Memancing” adalah …
A. keperluan C. kemauan
B. kegemaran D. kepuasan

4. Kalimat utama paragraf kedua wacana di atas adalah …
A. Ada orang yang gemar memancing
B. Memancing bukan memperoleh ikan yang akan dijual agar mendapat penghasilan
C. Memancing itu dilakukan karena pekerjaan itu disenangi
D. Dengan memancing dia memperoleh kepuasan.

5. Kesimpulan isi wacana di atas adalah ….
A. Memancing itu merupakan salah satu kegemaran
B. Memancing merupakan kegemaran setiap orang
C. Memancing dapat memberikan ketenangan dan kepuasan
D. Memancing seolah-olah dapat membebaskan pikiran dan perasaan yang ruwet

6. Andika menjadi stress akibat sering dimarahi ibunya.
A. Pengobatan yang berlebihan
B. Gangguan atau tekanan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor-faktor luar.
C. Gangguan atau tekanan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor-faktor dalam
D. Pengobatan yang sesuai dengan jenis penyakitnya.

7. Yang berhati baja akan mengatasi setiap kesulitan itu.
Arti ungkapan berhati baja pada kalimat di atas adalah …
A. Mudah menyerah C. Tidak mudah menyerah
B. Masih berkuasa D. Tidak teguh hati

8. Memasuki wilayah Sumber, Kabupaten Cirebon, pandangan kita akan tertuju pada bentangan jalan lurus. Jalan itu ditata apik dengan dibatasi trotoar bagi pejalan kaki. Di kiri kanannya terdapat pohon pelindung yang tetap dipertahankan sebagai paru-paru kota.
Ungkapan yang terdapat pada kalimat di atas adalah…
A. Bentang jalan lurus C. Pohon pelindung
B. Tertata apik D. Paru-paru kota

9. Seluruh siswa yang ada di kelas ini dimarahi oleh guru, padahal yang melakukan itu hanya seorang, yaitu Viky. Situasi di atas kalau diungkapkan dalam peribahasa adalah ….
A. Seekor kerbau berkubang, sekandang kena lumpurnya
B. Bagaikan api dalam sekam
C. Ke mana angin yang deras, ke situ pula condongnya
D. Besar pasak daripada tiang

10. Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Arti peribahasa di atas adalah….
A. Mengerjakan sesuatu yang mustahil akan berhasil
B. Menceritakan aib keluarga sendiri, ia juga yang terkena malu
C. Pengajaran yang belum sempurna
D. Mengerjakan sesuatu harus sampai selesai

11. Penggunaan imbuhan me- yang tepat untuk kata berkurung di bawah ini adalah ….
A. Ibu (garami) sayur itu
B. Jangan kau (tangisi) kepergian nenek
C. Banjir (landa) desa kami
D. (dekat) dirimu kepada Tuhan

12. Penggunaan imbuhan di- yang tepat untuk kata berkurung pada kalimat di bawah ini adalah …
A. Nenek (makan) sirih C. Kakak (cuci) pakaian
B. Kucing (pukul) adik D. Adik (main) di halaman

13. Ia istirahat sejenak sambil meregangkan otot-otot tubuh. Arti imbuhan me-kan pada kata meregangkan pada kalimat di atas adalah ….
A. Proses C. Menegaskan arti
B. Menyatakan sifat D. Melakukan pekerjaan

14. Pak Budi diusulkan untuk menjadi Kepala Bagian Personalia di perusahaan itu. Arti kata di-kan pada kata yang digaris bawahi adalah …
A. Proses C. Tempat
B. Orang ahli D. Kumpulan

15. (1) Malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih (2) Gempa bumi acap kali merenggut banyak korban jiwa, tetapi kejadian itu sulit untuk dideteksi. (3) Buktinya, di negara super modern seperti Jepang pun sampai saat ini selalu terjadi gempa (4) Demikian pula Indonesia. Badan Meteorologi dan Geofisika terus melakukan berbagai upaya.
Kalimat berita negatif pada paragraf di atas terdapat pada nomor …
A. (2) C. (3)
B. (1) D. (4)


Kamis, 20 September 2012

Latihan soal Bahasa Indonesia (bagian 2) untuk MTs/SMP


Latihan soal Bahasa Indonesia (bagian 2) untuk MTs/SMP



16. (1)  Ibu melarang kakak membuang sampah ke sungai
        (2)  Pak Karim menasihati Burhan agar jangan berkelahi lagi.
        (3)  Kalian tidak boleh mengotori buku Bahasa Indonesia
        (4)  Guru Bahasa Indonesia melarang siswa mengotori buku Bahasa Indonesia.
        (5)  Jangan membuang sampah sembarangan.
Kalimat larangan terdapat pada kalimat ….
A. (1) dan (2) C. (1) dan (3)
B. (2) dan (4) D. (3) dan (5)

17. Kata sapaan terdapat dalam kalimat …
A. Andi mempunyai saudara laki-laki yang menjadi dokter
B. Anda putra Haji Hasan guru mengaji itu?
C. Bapak adalah seorang polisi
D. Bapak Mukmin tinggal di Bogor

18. (1)  Ketua RW di kampungku dijabat Bapak Sukri
(2) Apakah anda menyukai orang seperti Yatim?
(3) Kapan Saudara datang dari Surabaya ?
(4) Bapak berkacamata itu seorang wartawan
Kata benda terdapat pada ….
A. (1) dan (4) C. (1) dan (2)
B. (2) dan (3) D. (3) dan (4)
19. Hidup ini memang penuh  …. Benar kata orang bijak, …. Tidak tahu apa yang akan terhadi pada hari esok.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah …
A. Peristiwa, hidup C. Teka-teki, manusia
B. Pengalaman, orang D. Bahagia, bahwa

20. Urutan kata yang disusun berdasarkan alfabetis adalah ….
A. Anggar, catur, badminton, gulat, lari, joging
B. Budi daya, ekosistem, intensitas, flora, komersil
C. Intensitas, jamur, metafora, daerah, simbiosis
D. Anggar, badminton, catur, gulat, lari, memancing

21.Salam pembuka pada bagan surat di atas ditunjukkan dengan nomor …
A. (2) C. (4)
B. (3) D. (5)

22. Salam pembuka yang tepat untuk surat pribadi di antaranya adalah …
A. Salam Pramuka C. Salam sejahtera
B. Sahabatku yang baik D. Salam rindu dariku

23. Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Suasana yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah …
A. Kecewa C. Duka
B. Bahagia D. Menyesal

24. Kulit lembu celupkan semak, mari dibuat tapak kusut, Harta dibuat janganlah tamak, kalau mati tidak mengikut,
Isi yang terkandung dalam penggalan pantun di atas adalah ….
A. Menimbun banyak harta C. Tamak dalam mencari harta
B. Harta terbawa mati D. Tidak boleh rakus akan harta karena
tidak akan dibawa mati

25. ….. Dari pagi hingga kira-kira pukul sembilan. Darwin sudah dapat mengantongi uang lima ratus lebih. Dan jika selama tiga hari ini selalu mujur demikian, cukuplah sudah uang Darwin untuk membeli kaos rider, Bahkan mungkin lebih ….
Karakter/watak Darwin dalam cuplikan cerpen di atas adalah ….
A. Pemalas C. Pekerja keras
B. Suka bermain malam hari D. Gila akan uang

26. Amanat yang disampaikan lewat cuplikan cerpen di atas adalah ….
A. Kita harus bersungguh-sungguh dalam mencari uang
B. Kita harus bekerja keras agar berhasil dalam meraih suatu cita-cita
C. Kita harus banyak waktu untuk melakukan suatu pekerjaan
D. Kita menarik becak merupakan pekerjaan yang memalukan

27. Latar waktu yang terdapat dalam cuplikan cerpen di atas di antaranya ….
A. Selalu jujur, cukuplah sudah dan membeli kaos rider
B. Kira-kira, selama dan malam
C. Pagi, pukul sembilan malam dan selama tiga hari
D. Sejak, mulai menyodok becak dan mungkin lebih

28. Kalimat yang mengandung kata kerja  di bawah ini adalah ….
A. Al Farizi petinju handal dari Bandung
B. Mardi Lestari pelari tercepat di Indonesia
C. Susi Susanti pebulutangkis dunia
D. Fera melantunkan sebuah lagu kenangan
 
29. Buyung berjalan di depan sekali. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari, melangkah dengan hati-hati agar tidak berbunyi memudik sungai.
Kata-kata berimbuhan dalam paragraf di atas ada …
A. 4 buah C. 2 buah
B. 6 buah D. 7 buah

30. Pak Kurdi (potong) rumput untuk pakan hewan piaraannya. Variasi imbuhan me- yang tepat untuk kata dalam kurung adalah ….
A. mem- C. men-
B. meng- D. me-

Kompetensi pedagodik

Kompetensi pedagogik


  1. mengetahui karakter siswa
  2. mengetahui teori dan prinsip pembelajaran
  3. mengembangkan  kurikulum
  4. menyelenggarakan pembelajaran
  5. menguasai IT
  6. memfasilitasi siswa agar berkembang potensi dengan maksimal
  7. berkomunikasi efektif
  8. melaksanakan penilaian dan evaluasi untuk pembelajaran yang lebih baik
  9. melaksanakan reflektif agar siswa tetap semangat dalam belajar


Pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik apabila didukung antara lain :

  1. silabus
  2. sumber belajar/ media
  3. metode yang bervariasi
  4. kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar
  5. lingkungan yang kondusif

Kompetensi profesional

Kompetensi profesional


  1. menguasai landasan pendidikan
  2. memahami psikologi pendidikan
  3. menguasai materi
  4. mengaplikasikan berbagai metode strategi belajar
  5. mampu merancang dan memanfaatkan media
  6. menyusun program
  7. melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah

PRINSIP  (dalam UU Bab 2 pasal 7) :

  1. memiliki bakat,minat dan panggilan hati
  2. komitmen
  3. tanggung jawab
  4. kompetensi
  5. memperoleh penghasilan sesuai prestasi
  6. berkesempatan mengembangkan keprofesionalan
  7. meiliki jaminan hukum
  8. memiliki organisasi profesi