Kamis, 18 Oktober 2012

Program Pendidikan Pra Sekolah



Program Pendidikan Pra Sekolah

1. PENGERTIAN PENDIDIKAN PRA SEKOLAH
            Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai 6 tahun. Pada usia ini secara terminology disebut anak usia pra sekolah. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan 50% menjadi 80%.
            Usia 4-6 tahun, merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitive untuk menerima berbagai usaha perkembangan seluruh potensi anak.

MASA PEKA
Masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.

Masa peka merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan, fisik, kognitif, bahasa, social emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral dan nilai-nilai agama. Maka dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.
Peran pendidik (orang tua, guru dan orang dewasa lain) sangat diperlukan dalam upaya pengembangan potensi anak usia 4-6 tahun. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan. Selain itu bermain membantu anak mengenal dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.

2. PENGERTIAN ANAK TK
            Perlu diingat bahwa seorang anak adalah manusia yang utuh. Setiap anak berkembang dapat dilihat dari berbagai domain/aspek yang berbeda yaitu fisik, kognitif, psikososial yang ketiganya bukanlah unsure yang terpisah. Ada baiknya jika mendalami perkembangan setiap aspek pada setiap tingkat usia agar lebih dapat memahami bagaimana setiap aspek itu berkembang dalam berbagai tahapan usia.
            Perbedaan individual pada anak perlu dicermati karena pengembangan anak usia dini tidak dapat dipukul rata dan disamakan satu dengan yang lainnya, suatu pendekatan individual. Pengetahuan mengenai perkembangan anak perlu (esensial) dikuasai oleh individu yang bekerja dengan anak usia dini. Mereka perlu mengetahui bagaimana anak berkembang dan belajar.(Fibess)
            Perkembangan berbagai aspek terkait dengan budaya dimana anak berada sehingga anak harus dilihat perkembangannya secara kontekstual, baik dari aspek perkembangan fisik, bahasa maupun cara mereka bermain. Berbagai ide, bahasa, komunikasi, perasaan, hubungan social dan berbagai elemen budaya dimana anak diasuh sangat mempengaruhi perkembangan mereka. (makalah untuk pelatihan PAUD bagian Psikologi Perkembangan)

3. LANDASAN, TUJUAN PENDIDIKAN PRA SEKOLAH

            Sekolah didirikan untuk mendidik anak-anak, yakni membantu dan membimbing anak-anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya, agar menjadi manusia yang sanggup menghadapi masalah-masalah hidupnya sebagai orang dewasa sesuai dengan tujuan dan cita-cita Negara. Ada berbagai cara untuk mempelajari anak antara lain :
a.    mengamati anak dalam berbagai situasi dan lingkungan
b.    mengadakan percakapan dengan anak
c.    mempelajari anak dalam pergaulannya dengan teman-temannya
d.    mengadakan catatan berkala
e.    menyelidiki hasil pekerjaan anak
f.     menyuruh anak membuat buku harian
g.    mengumpulkan keterangan mengenai anak
h.    mempelajari riwayat anak
i.      mempelajari buku-buku tentang anak


ANAK SEBAGAI KESELURUHAN
            Sebenarnya pribadi anak itu tidak dapat dibagi-bagi atas beberapa bagian yang terpisah-pisah. Dalam segala tindakannya manusia itu bersikap sebagai keseluruhan. Bila seseorang berpikir tentang sesuatu,  maka dalam proses itu tidak hanya terdapat aspek intelektual, melainkan juga emosional. Demikian pula bila anak itu belajar, ia tidak hanya bereaksi terhadap bahan pelajaran itu secara intelektual melainkan juga secara emosional. Ia tidak hanya memperluas ilmu pengetahuan saja melainkan menghayati pula rasa senang atau benci terhadap pelajaran itu atau terhadap sekolah.
            Pendidikan harus diupayakan mampu mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah daalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup dengan pendekatan pendidikan berbasis luas.
            Tujuan dari pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup adalah mengembangkan masalah kehidupan yang akan mereka hadapi saat ini atau nanti dimasa yang akan datang.
            Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah.Kompetensi perlu dicapai secara tuntas. Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, social emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, kemandirian dan seni untuk memasuki pendidikan dasar.




Kompetensi dasar merupakan pengembangan potensi-potensi perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan usianya berupa pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenal melalui sejumlah hasil belajar dan indicator yang dapat diukur dan diamati.

Hasil belajar merupakan cerminan kemampuan anak yang dicapai dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.

Indikator merupakan hasil yang lebih spesifik dan terukur dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkain indicator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.
            Didalam  PKB TK 1994, yang merupakan panduan serta pegangan para guru TK untuk menyusun program pembelajaran, sudah termuat bahan-bahan yang berorientasi pada kecakapan hidup. Namun demikian, masih diperlukan keterampilan dan kreatifitas guru untuk memilah dan memilih bahan serta metode pembelajarannya yang sesuai dengan sasaran pencapaian kompetensi yang diharapkan. Model pembelajaran yang mampu mengembangkan “Kecakapan Hidup” pada hakekatnya hanya pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pelaku belajar (pembelajaran aktif) yaitu : Perbuatan, Interaksi, Komunikasi, Refleksi.

Bagaimana sikap guru dalam  untuk menumbuhkembangkan kecakapan hidup ?
v  Terbuka, mau mendengarkan pendapat siswa
v  Membiasakan siswa untuk mendengarkan orang lain bicara
v  Menghargai perbedaan pendapat
v  Mentolerir yang salah dan mendorong siswa untuk memperbaiki
v  Menumbuhkan rasa percaya diri anak
v  Tidak terlalu cepat membantu
v  Tidak kikir memuji tidak menertawakan hasil karya siswa
v  Mendorong siswa untuk tidak takut salah dan menanggung resiko

RAMBU-RAMBU (analisa program kegiatan TK mengenai program pengembangan kurikulum di TK)
  1. Kurikulum untuk TK dan RA merupakan pedoman bagi para pendidik, orang tua, guru, orang dewasa lain yang digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak.
  2. Kurikulum harus dipahami secara keseluruhan, bukan bagian- demi bagian.
  3. Pelaksanaan dari kurikulum ini harus diuasahakan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  4. Kompetensi yang disiapkan merupakan kompetensi minimal. Pendidik dapatmemberikan pengayaan  sejauh tidak membebani anak/ anak telah menunjukkan keberhasilan.
  5. Pendidik menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih saying sehingga anak mulai mengembangkan rasa percaya pada diri, teman, orang lain serta dapat bersosialisasi baik dalam keluarga, kelompok maupun lingkungan.
  6. Dalam pelaksanaan kurikulum tidak bersifat kaku tetapi disesuaikan dengan kondisi daerah.
  7. Bagi TK yang mempunyai kekhasan misalnya dalam agama dimungkinkan untuk menambah materi kegiatan sejauh tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan.
  8. Dalam pelaksanaan pembelajaran perlu memperhatikan prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran dan penilaian.

Kurikulum 2004 Standar Kompetensi TK dan RA, fungsi dan tujuan sebagai berikut :
·         Fungsi Pendidikan TK/RA
ü  Mengenalkan peraturan  dan menanamkan disiplin pada anak
ü  Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
ü  Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik
ü  Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisai
ü  Mengembangkan ketrampilan, kreativitas  dan kemampuan yang dimiliki anak
ü  Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar

·         Tujuan
ü  Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral, nilai-nilai agama, social-emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.

·         Ruang lingkup kurikulum TK/RA
ü  Moral dan nilai-nilai agama
ü  Social, emosi dan kemandirian
ü  Kemapuan berbahasa
ü  Kognitif
ü  Fisik/motorik
ü  Seni
 

Tujuan Pendidikan Pra Sekolah :
            Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik, yang meliputi moral nilai-nilai agama, social emosional, kognitif, dan fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.

4. FUNGSI PENDIDIKAN PRA SEKOLAH
Fungsi pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal
  1. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak
  2. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
  3. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik
  4. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang dimliki anak
  5. Mengembangkan ketrampilan, kreativitas dan kemampuan yang dimiliki
  6. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar
5. PEDOMAN KBM, PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
            Pencapaian kompetensi yang diharapkan dari tamatan TK/RA difokuskan pada peletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
Adapun pelaksanaannya diintegrasikan dalam 3 bidang pengembangan, yaitu :
Ø  pengembangan moral dan nilai-nilai agama yang meliputi agama, kewarganegaraan dan budi pekerti
Ø  pengembangan social dan emosi meliputi ilmu social dan kematangan emosi
Ø  pengembangan kemapuan dasar meliputi perkembangan bahasa, kognitif dan fisik
Tiga bidang pengembangan tersebut, bila dikaitkan dengan program nilai kecakapan hidup.

6. PEDOMAN PENILAIAN/EVALUASI  PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

            Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku dalam situasi tertentu.

ALAT PENILAIAN :
  1. Unjuk Kerja (performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misal praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni
  2. Hasil Karya (product) adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak dapat diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.
  3. Penilaian sikap
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu / objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap terdiri dari 3 komponen, yakni : afektif, kognitif, dan konatif.
Komponen Afektif adalah perasaan yang dimiliki seseorang atau penilaian terhadap sesuatu objek.
Komponen Kognitif :kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen Konatif adalah : kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.

Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.
  1. Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/ proses dalam bentuk deskripsi baik berupa gambar atau tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/ dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi/ indikator yang telah ditetapkan.
  1. Penugasan (project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

CARA PENILAIAN
1.    Pengamatan (observasi)
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas yang dianggap perlu dan yang dituangkan dalam Satuan Kegiatan Harian.
2.    Catatan anekdot (anecdotal record)
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang tejadi pada anak secara insidental/ tiba-tiba atau dalam situasi  tertentu.


Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tks telah berkunjung,semoga bermanfaat.